Judul                                   : Tentang Kamu

Penulis                              : Tere Liye

Penerbit                             : Republika

Editor                                 : Triana Rahmawati

Tahun Terbit                    :  Oktober , 2016 (Cetakan )

Jumlah Halaman              : vi + 524

Peresensi                          : Siti Nuraini, Alumni  Universitas Negeri Malang

Bertema roman, aksi, intrik, dan kental dengan dunia hukum, novel ke-26 Tere Liye ini memilih setting lokasi Kota London, Paris, Sumbawa, Surakarta, dan Jakarta. Mengisahkan misi berat seorang Zaman Zulkarnaen. Pengacara berkebangsaan Indonesia yang bekerja di London dengan posisi junior associate. Setelah dua tahun magang, akhirnya pemuda brilian itu mendapat kesempatan menangani klien pertamanya. Dalam kasus ini, tugas Zaman adalah menyelesaikan pembagian warisan seorang perempuan berpaspor Inggris.

Dengan jumlah warisan senilai 19 trilliunan Rupiah,  kasus ini menjadi rumit karena tidak ditemukan surat wasiat.  Mirisnya lagi, perempuan dengan kekayaan sebesar itu malah meninggal di sebuah panti jompo dekat Menara Eiffel, Paris. Tak hanya itu, kliennya ternyata seorang perempuan asli Jawa dengan nama Sri Ningsih. Tak heran, pemimpin firma menunjuk Zaman untuk menyelesaikan kasus saudara setanah airnya.

Ketiadaan data tentang keluarga dan masa lalunya di panti, membuat Zaman harus menelusuri teka-teki kehidupan Sri Ningsih. Tanpa banyak petunjuk, hanya sebuah buku harian 10 lembar yang mengantar Zaman menuju pencarian panjang penuh teka-teki. Bagian pertama buku harian adalah tentang kesabaran (1946-1960). Bagian yang menggiring Zaman menelisik masa kecil Sri di Pulau Bungin, Sumbawa Besar. Masa kecil miris yang berakhir dengan gelar Sri yatim piatu, anak yang dikutuk. Pada bagian ini, kesabaran Sri kecil habis-habisan diuji untuk menunaikan amanat ayahnya. Yaitu menjaga adik dan ibu tirinya.  Sebuah bagian kehidupan yang membuat Sri bertanya-tanya  apakah sabar itu ada batasnya? (hal.48)

Bagian kedua adalah tentang persahabatan, terjadi pada rentang tahun 1961-1966. Sepeninggal ibu tirinya, Sri dan adiknya, Tilamuta pergi ke Surakarta untuk bersekolah di Madrasah Kiai Ma’sum. Zaman pun bergegas mencari jejak Sri di Madrasah. Zaman menemukan bahwa Sri dan adiknya berhasil belajar di tempat itu. Bahkan, Sri mendapat dua teman baik layaknya saudara, persahabatan yang indah. Tidak hanya itu, ketiganya pun sama-sama menjadi guru setelah lulus. Sampai pada cerita yang menyedihkan. Karena kedengkian, salah satu dari teman Sri malah berbalik menyerang Madrasah. Bergabung dengan kelompok komunis, berniat menguasai Madrasah dan kekayaannya. Bahkan adik Sri, Tilamuta jadi korban kebiadaban itu. Harapan Zaman bisa menemukan adik Sri pupus sudah.

Tak tahan mengingat kengerian yang menimpa keluarga Kiai dan adiknya, Sri memutuskan pindah ke Jakarta. Memulai hidup baru, berusaha melupakan semuanya. Zaman pun segera terbang ke Jakarta untuk mencari sesuatu yang berhubungan dengan Sri. Mencari alamat di Jakarta berpuluh-puluh tahun lalu cukup susah. Beruntung Zaman bertemu seorang tukang ojek online yang membantunya mendapatkan informasi. Di Jakarta kala itu, Sri mencoba melakukan banyak hal. Mulai dari menjadi guru Sekolah Rakyat, berjualan nasi goreng, hingga membangun pabrik sabun. Kesulitan tidak henti-henti menghadang bisnisnya. Tapi bukan Sri Ningsih jika menyerah. Inilah bagian ketiga pada buku diary Sri. Tentang keteguhan hati (1967-1979). Sampai pada titik puncak kejayaan, sesuatu dari masa lalu kembali menghantui. Sri memutuskan meninggalkan semuanya dan pergi ke London.

Di London, Sri memulai bagian ke-4 diarynya. Yaitu bab tentang cinta (1980-1999). Setelah mengalami banyak  hal sulit di London, akhirnya Sri Ningsih menemukan seorang lelaki yang sangat mencintainya. Tak lama kemudian, hubungan mereka diresmikan ke tahap pernikahan. Sayangnya, badai derita kembali datang merenggut semuanya. Diakhir kisahnya, sang lelaki berkata,

“aku tidak akan menangis sedih karena semuanya berakhir, aku akan tersenyum bahagia karena semua hal itu pernah terjadi” (hal.412)

Sri harus sendiri lagi. Sayangnya, di saat hati Sri masih belum sepenuhnya tentram, hantu dari masa lalu datang lagi menghantam dirinya. Sri memutuskan berlari lagi. Zaman yang cerdas, segera bisa menganalisis jenis hantu masa lalu yang dihadapi Sri bertahun-tahun itu. Hantu yang membuat Sri harus menyelubungi dirinya dari semua orang.

Masuk pada bagian terakhir buku diary Sri, tentang memeluk rasa sakit. Adalah bagian di mana tokoh Sri telah memperoleh pemahaman yang baik tentang makna dari keseluruhan perjalanan hidupnya. Sri memutuskan untuk tetap tidak membenci siapapun yang melukainya. Termasuk masa lalu yang selalu mengejar, menghantuinya. Sri hanya menghindar, tidak ingin balik menyakiti hingga maut menjemputnya.

Zaman yang sudah tahu tentang masa lalu yang selama ini dihindari Sri, tiba-tiba dihadapkan dengan hantu masa lalu itu. Tidak ada pilihan lain bagi Zaman selain menghadapinya. Kebenaran harus tetap ditegakkan walau nyawa taruhannya.

“Aku bahkan bersedia memilih mati dengan empat orang jahat itu demi menegakkan kebenaran, ungkap Zaman.(hal 512). Amanah Sri Ningsih berhasil ditunaikan.

Kelebihan isi novel ini adalah pada perjalanan pencarian yang sarat teka-teki. Penemuan fakta-fakta yang mengejutkan, membuat pembaca menumpahkan perasaannya. Selain itu, penulis banyak menekankan pelajaran berharga tentang kehidupan. Diantaranya tentang kesabaran yang tidak pernah ada batasnya. Tentang rasa dengki dan penghianatan akan membunuh diri sendiri, pun orang-orang tidak bersalah. Ada juga pelajaran mencintai, bahwa mencintai orang lain akan menumbuhkan keberanian. Sedangkan dicintai orang lain, akan memberikan kekuatan.

Secara penulisan, berbeda dari 25 buku sebelumnya, novel Tentang Kamu memiliki setting luar negeri. Ditambah lagi, adanya dialek lokal yang membuatnya terlihat lebih segar dari novel–novel karya Tere Liye sebelumnya.  Namun, ada hal-hal yang masih membuat penasaran terkait tokoh Zaman yang tidak dijelaskan pada novel. Misalnya, bagaimana Zaman sampai kuliah di luar negeri. Apa motivasinya mengambil jurusan hukum karena sikap keluarga dari pihak ayahnya?.  Meski begitu, hal tersebut tidak banyak mengurangi keindahan cerita di dalam novel. Dan pada akhirnya, novel  ini  wajib  dibaca oleh semua orang yang ingin menjadi lebih baik ke depannya.

 

 

 

Tulisan ini diikutkan dalam lomba resensi buku yang diadakan Penerbit Republika. Periode lomba 7-31 Desember.